contoh teks berjalan SELAMAT DATANG DI SMK LARENDA BULAKAMBA

Pembiasaan Pembacaan Asmaul Husna di Sekolah

SMK Larenda Bulakamba – Sekolah Menengah Kejuruan mempunyai tugas ganda untuk mencetak lulusan yang kompeten di bidang kerja sekaligus berkarakter. Salah satu pembiasaan yang mulai banyak diterapkan adalah pembacaan Asmaul Husna sebelum jam pelajaran pertama. Di SMK, kegiatan ini bukan hanya urusan rohani, tetapi juga bekal mental untuk menghadapi dunia kerja yang kompetitif dan penuh tekanan.

Konteks SMK Membutuhkan Ilmu dan Adab
Lulusan SMK dituntut link and match dengan industri. Tetapi faktanya di lapangan, banyak siswa SMK yang skill teknisnya bagus tetapi mentalnya rapuh. Mudah menyerah pada saat magang, mudah stres saat kerja shift, atau tergoda kerja haram karena tuntutan ekonomi. Di sinilah pembiasaan Asmaul Husna jadi soft skill spiritual.

Tujuan Khusus Pembiasaan Pembacaan Asmaul Husna di SMK
1. Menanamkan etos kerja Islam: Nama Al-Razzaq mengingatkan rezeki sudah diatur oleh Allah, maka dari itu harus maksimal dalam bekerja supaya memperoleh rezeki yang halal
2. Membangun mental tahan banting: Ash-Shabur dan Al-Qawiyy menjadi pengingat untuk senantiasa kuat pada saat melaksanakan praktik kerja lapangan dan menerima ketika mendapat teguran dari pembimbing industri sehingga dapat menjadikan pengalaman dan pembelajaran untuk nantinya
3. Menguatkan kejujuran: Al-Haq dan Al-Muhaimin menjadi pengingat jika semua pekerjaan pasti ada yang mengawasi baik diawasi secara dhahir maupun secara syir
4. Mengurangi kenakalan: Al-Hafizh dan Al-Muntaqim menjadikan kontrol diri ketika magang di tempat yang minim pengawasan agar senantiasa berhati-hati

SMK Bukan Hanya Mencetak Lulusan Tenaga Kerja tetapi
SMK juga harus menjadi tempat lahirnya engineer yang jujur, mekanik yang amanah dan pekerja yang sesuai.
Pembiasaan Asmaul Husna menjadi jembatan agar siswa tidak hanya mempunyai kemampuan di bidang teknik, tetapi juga mempunyai ukhrawi compass. Lulusan SMK yang paham Al-Razzaq tidak akan mencari kesempatan berbuat tidak baik pada saat bekerja, yang mempunyai pemahaman Al-Adl tidak akan korupsi saat menjadi kepala bengkel nanti.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” HR. Ahmad. Dan pembiasaan Asmaul Husna adalah salah satu cara mencetak manusia yang bermanfaat itu, dimulai dari bangku SMK.

Penulis : Titin Nur Fadilah, S.Ag

Admin SMK Larenda Bulakamba

Bagikan Ke :

Facebook
WhatsApp
Print

SMK LARENDA BULAKAMBA

Jangan Malu, Mari Komunikasi Dengan Admin kami?

Sosial Media

Post Views: 78